Rasa sabar dalam menantikan film The Medium tayang pada layar lebar pun baru saja terbayar lunas dan memnghasilkan banyak sekali pertanyaan di dalam kepala.

Bukan Cuma pertanyaan, berbagai keraguan kepada beberapa hal juga muncul setelah menonton. The Medium sendiri adalah salah satu film yang cukup dinantikan karena merupakan hasil kolaborasi dari Sutradara The Wailing Na Hong Jin serta Sutradara Shutter Banjong Pisanthanakun.

Kisah The Medium ini asalnya adalah dari Na Hong Jin yang perannya sebagai produser dalam film ini. sedangkan Banjong sendiri memiliki tugas untuk menuliskan naskah serta mengarahkan film itu.

Nama – nama itu pun berhasil membuat ekspektasi yang sangat tinggi disaat mau menyaksikan The Medium. Ada pula beberapa hal yang membuat ekspektasi tersebut pelan – pelan luntur di saat menontonnya.

The Medium sendiri adalah film ala – ala documenter yang berfikus di kehidupan Nim yang diperankan oleh Sawanee Utooma serta sekitarnya.

Masyarakat yakin kalau NIM merupakan roh Ba Yan yang selama ini menjadi penjaga dari Isan yang ada di daerah Thailand.

Masalah pun mulai muncul dan mulai memuncak di saat Mink yang dimainkan oleh Narilya Gulmongkolpech yang merupakan keponakan dari Nim mulai memberikan petunjuk tanda – tanda yang Nom rasakan dan juga Noi kakaknya yang dimainkan oleh Sirani Yankittikan saat mau dimasuki oleh roh Ba Yan.

Hal tersebut pun membuat para tim documenter mau menonton secara langsung mengenai proses mistis yang disebut terjadi secara turun temurun dari keluarga Nim tersebut.

Namun sayang, Nim pun pelan – pelan baru sadar tentang keanehan serta tanda – tanda yang di alami oleh Ming yang bukan berasal dari roh Ba Yan.

The Medium sendiri memberikan penjelasan mengenai situasi Nim dan juga anggota keluarganya yaitu Mink, Noi, serta Manit yang diperankan oleh Yasaka Chaisorn secara perlahan dan benar – benar pelan sampa membuat sebagian besar alur cerita dari film dengan lama 130 menit ini berjalan lama.

Ada beberapa hal yang sepertinya tidak akan mudah dilewatkan atau diabaikan begitu saja jika penonton tidak fokus atau mengalihkan perhatian mereka pada bagian alur lambat itu.

Banjong Pisanthanakun yang merupakan sutradara sekaligus penulis naskan juga baru mempercepat ritme sekitar 50 menit terakhir atau lebih tepatnya saat tim documenter mulai memasang CCTV pada hampir tiap sudut rumah Mink.

Terror pun terasa makin nyata dimana ada beberapa jumpscare yang ditampilkan sampai dengan paduan dari hal – hal yang menyeramkan serta menjijikan di beri lihat satu satu tanpa berhenti.

Kalau kalian takut dengan film film seperti ini, ada baiknya jangan ditonton ya! Semoga bermanfaat.